ANTARA SAKRAL DAN PROFAN: ANALISIS KONSEP BUDAYA ATAS PENEMPATAN MAKAM KESULTANAN INDRAGIRI TERHADAP SUNGAI INDRAGIRI

  • Asyhadi Mufsi Sadzali Universitas Jambi
Keywords: Makam, islam, Kesultanan, Indragiri

Abstract

Makam merupakan salah satu bukti penting yang menunjukkan adanya perkembangan agama dan kebudayaan Islam di Nusantara di masa kesultanan, salah satunya berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, yang merupakan makam keluarga Kesultanan Indragiri. Makam kesultanan ini terletak di tiga lokasi yang berbeda: Komplek Makam Kota Lama di Kecamatan Rengat, Komplek Makam Japura di Kecamatan Lirik dan Komplek Makam Kota Rengat di Kecamatan Rengat Barat Provinsi Riau. Menjadi menarik, apabila ditinjau dari pemilihan dan penempatan lokasi makam, keseluruhannya berlokasi berdekatan dengan sungai atau Anak Sungai Indragiri Hulu. Hal ini kemudian menjadi penting untuk dilakukan pengkajian dan analisis dari sudut pandang arkeologi sejarah sebagai rumusan penelitian: bagaimana lokasi penempatan makam-makam Kesultanan Indragiri? Apa yang menjadi alasan atau landasan penempatan makam Kesultanan Indragiri? Pertanyaan tulisan ini selanjutnya diuraikan dan dianalisis dengan pendekatan metodologi arkeologi sejarah, sehingga menemukan muara hipotasa: bahwa sungai pada masa Kesultanan Indragiri menjadi sesuatu yang penting, sesuatu yang berfungsi sakral, juga sekaligus berfungsi profane.

References

Ambrary, Hasan Muarif, Makam-Makam Kesultanan dan Parawali, Penyebar Islam di Pulau Jawa, dalam Aspek-Aspek Arkeologi Indonesia, (Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, 1991.

_______, Menemukan Pradaban: Arkeologi dan Islam di Indonesia, (Jakarta: Penelitian Arkeologi Nasional, 1998.

Andaya, Barbara Watson, Hidup Bersaudara: Sumatera Tenggara Pada Abad 17-18, (Jakarta: Penerbit Ombak, 2016.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Daftar Cagar Budaya Tidak Bergerak Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, (Riau: BPCB Wilayah Kerja Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, 2017.

Latifundia, Effie, Makna Penataan Peletakan Makam Kuna di Tepisungai Cirende Kecamatan Sukanada-Ciamis, (Balai Arkeologi Bandung, 2013.

LPA Arkeologi Unja, Penelitian Makam-Makam Kesultanan Indragiri di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Tidak diterbitkan, 2018.

Munandar, Agus Aris, Antarala Arkeologi Hindu-Budha, (Jakarta: Wedatama Widya Sastra, 2018.

Poesponegoro, Sejarah Nasional Indonesia III, Jakarta: Departemen Pendidkan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1894.

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Metode Penelitian Arkeologi, Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, 2000.

Sadzali, Asyhadi Mufsi, “Hulu Ke Hilir: Jaringan dan Sitem Perdagangan Sungai Kerajaan Sriwijaya, Paradigma Jurnal Kajian Budaya, Vol. 9 No. 1 (2019): 61-82. Depok: Universitas Indonesia, 2019.

Sulistiawati, dkk., Kerajaan Indragiri pada masa Pemerintahan Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandar Syah Johan Zirullah Fil Alam (Narasinga II) Tahun 1473-1532, Riau : Universitas Riau, 2013.

Scholten, Elsbeth, Kesultanan Sumatera dan Negara kolonial: Hubungan Jambi-Batavia (18030-1907) dan Bangkitnya Imprealis Belanda, Jakarta: KITLV, 2008.
Published
2019-06-24
How to Cite
Mufsi Sadzali, A. (2019). ANTARA SAKRAL DAN PROFAN: ANALISIS KONSEP BUDAYA ATAS PENEMPATAN MAKAM KESULTANAN INDRAGIRI TERHADAP SUNGAI INDRAGIRI. Khazanah : Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 85-103. https://doi.org/10.15548/khazanah.v0i0.184